Sabtu, 17 September 2011

sahabat...


Mungkin waktu kan terus berlalu, membawa buih-buih pergi menjauh. 
Dan manusia hanyalah butir pasir berserak di hamparan zaman, yang mengikuti kemana angin takdir berhembus. 
Dan mungkin waktu melapukkan batu, membuat besi menjadi karat; Mengubah dunia menjadi tidak seperti yang kita kira dan angankan. 
Walau sungguh pun waktu berkuasa, persahabatan sejati takkan mudah pudar olehnya.

Akan kenangan saat mimpi-mimpi bersemi semerbak, dan akan kenangan saat mimpi-mimpi terhempas berkeping di jalan berlubang kehidupan -- dan kau ada di sana sebagai sahabat yang memahami segala keluh kesah. 
Atas kebaikan yang mungkin tidak kau sadari, oleh sekedar canda yang membuat hidup ini lebih memiliki arti; menjauhkan rasa nyeri sedari.

Dan sahabat, jika apa yang kita miliki memang persahabatan yang tulus, maka ada tali silaturahim yang mesti kita jaga. 
Walau jarak merenggangkan ikatan, dan harapan-harapan membawa kita berlayar ke negeri-negeri asing; ketahuilah bahwa ada seorang sahabat yang akan membantumu jika engkau membutuhkannya.


Kado ini tak lebih berharga ketimbang kebaikanmu selama ini. Hanya sekeping tanda mata agar kau tak lupa, bahwa ada – ada bahagia, untuk menjadi seorang saudara.

surat kecil untuk tuhan

Tuhan....
andai aku bisa kembali..
aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini..

Tuhan...
andai aku bisa kembali..
aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,...
terjadi pada orang lain..

Tuhan..
bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu...

Tuhan...
bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu..
biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku..
untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan..
ijinkanlah rambuku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya..

Tuhan.
bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi..
agar aku bisa memberikan kebahgiaan..
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan..
surat kecilku ini.
adalah surat terakhir dalam hidupku
andai aku bisa kembali...

ke dunia yang kau berikan kepadaku...

In Memoriam
Gita sesa wanda cantika.
19/06/91-25/12/06

hikmah kehidupan


hidup di dunia ini, tidaklah mudah, apalagi, jika ada sepeser uang kita sia-siakan; itu sangatlah menyedihkan; apakah kau tidak kasihan dengan orang-orang yang hidup diluar sana? kita tidak boleh hura-hura, menghambur-hamburkan uang, ingatlah, jika kamu sedang diposisi yang merumitkan, rasakan itu, perasaanmu sama seperti anak-anak jalanan yang kurang mampu diluar sana.  daripada kita menghambur-hamburkan uang, kita sumbangkan saja kepada panti asuhan anak yatim-piatu, sadarilah bahwa dirimu tidak selalu beruntung, dan kadang kamu gagal dalam perjuanganmu. banyak orang mengatakan bahwa "bumi berputar, dan yang diatas sedang beruntung, dan yang dibawah sedang mengalami kegagalan". tapi ingatlah bahwa setiap takdir kehidupan terdapat hikmah yang terkandung; dan itulah yang disebut dengan "pelajaran kehidupan".
"Belajarlah Dari Pengalaman, karena pengalaman guru yang paling baik""kunci hidup bahagia adalah tersenyumlah selalu" 

SELAMAT BERSENANG-SENANG DENGAN HARIMU!

lebih baik megalah daripada jadi masalah!


tak seperti dahulu.... kita slalu bersatu...
itu semua tinggal kenangan yang ada..
tak akan pernah terlupa di benakku..
dirimu slalu kuingat,,..
masa-masa kita bersama...
bersatu dalam jiwa,..
 kini, dirimu telah berbeda...
kini senyummu semakin menipis untukku..
ada apa dengan dirimu?
kembalilah seperti yang dulu..., aku ingin dirimu yang dulu...
kau berubah..... dimataku kamu semakin berbeda!
dan ada orang ketiga yang memisahkan kita... 
diriku sudah usaha... tapi ini sudah terlambat!
kau terlanjur bersamanya.... 
lebih baik aku mengalah... daripada jadi masalah.....
"semua pengalaman yang pernah kita alami masih terbungkus rapi di benakku, dan slalu kukenang di hatiku"
mungkin bukan dirimu yang bisa kuandalkan
mungkin ini jadi yang terakhir untuk kita
persahabatan kita diujung tanduk...